![]() |
| Foto: Penyerahan bibit pohon ke fakultas peternakan oleh ketua BEM fakultas teknik universitas Papua yang diterima oleh dekan fakultas peternakan bapak Deny A Iyai, S.Pt, M.Sc Sabtu, 21/12/2019. |
BEM TEKNIK UNIPA - Guna mewujudkan program kerja Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) fakultas Teknik Universitas Papua, hari ini Sabtu, (21/12/2019) BEM fakultas teknik memberikan sejumlah bibit pohon ke beberapa fakultas sebagai bentuk pelayanan dan kerjasama untuk mewujudkan penghijauan di kampus universitas Papua (Unipa).
Pembagian bibit pohon di diserahkan ke fakultas peternakan dan fakultas pertanian sebagai tahap awal kerjasama yang dilakukan oleh BEM fakultas teknik karena ini baru pertama kali dilakukan oleh BEM teknik. Pemberian bibit ini merupakan inisiatif dari ketua BEM fakultas teknik guna wujudkan penghijauan kampus.
Issac Minipko selaku ketua BEM fakultas teknik Unipa mengatakan, jika kita mau memajukan kampus maka peran mahasiswa juga lebih penting untuk sama sama bergandengan tangan untuk memajukan pembangunan melalui program kerja BEM dan fakultas dan universitas harus kerja sama.
Menurut Issac, bibit pohon ini diserahkan oleh dinas Lingkungan Hidup kabupaten Manokwari atas usulan ketua BEM fakultas teknik untuk mewujudkan program kerja BEM fakultas teknik. Dalam program kerja BEM fakultas teknik adalah bagaimana BEM fakultas teknik melakukan gerakan revolusi mental di kampus Unipa dengan melakukan kegiatan kegiatan positif dan kreatif bagi mahasiswa, terang Issac.
Program BEM fakultas teknik yaitu Gerakan Revolusi Mental Mahasiswa fakultas Teknik yang di bagi dalam beberapa sub proker yaitu:
1. Program Kerja Teknik Melayani
2. Program kerja Teknik Bersih
3. Program kerja Teknik Mandiri
4. Program kerja Teknik Bersatu
Dari program kerja ini sudah kami laksanakan dan penyerahan bibit pohon ke beberapa fakultas ini merupakan program kerja Teknik melayani. Kami juga sudah melaksanakan beberapa program ini tidak ada dukungan dari pihak fakultas terutama wakil dekan yang membidangi kemahasiswaan, kami jalan dengan isi hati sendiri guna menghidupkan BEM fakultas teknik dan memberi semangat untuk mahasiswa yang lain.jelas Issac
Menurut Issac, jumlah bibit pohon yang kami terima dari dinas lingkungan hidup kabupaten Manokwari yaitu sebanyak 50 pohon terdiri dari rambutan 25 pohon dan mangga 25 pohon. Dari 25 pohon tanaman ini kami bagi ke dua fakultas masing-masing sebanyak 6 pohon yakni 3 pohon rambutan dan 3 pohon mangga. Selain kedua fakultas juga kami serahkan ke wakil rektor 1 dan wakil rektor 3 Unipa sebagai bentuk penghargaan kami kepada pimpinan universitas dan juga sebagai wujud kerjasama kami dengan pimpinan universitas dalam hal koordinasi untuk menjalankan roda OSM di tingkat fakultas maupun universitas, terang Issac.
Dekan fakultas peternakan universitas Papua Deny A Iyai, S.Pt, M.Sc saat menerima bibit pohon dari ketua BEM fakultas teknik mengatakan, sangat merasa bangga dengan gebrekan mahasiswa seperti ini karena menurutnya kegiatan BEM fakultas teknik ini sangat positif sekali dan ini teladan bagi semua BEM di lingkup universitas Papua dan patut dicontohi.
Menurut Deny, tanaman yang diberikan oleh BEM Teknik ini akan di tanam di fakultas sebagai bentuk penghargaan guna mewujudkan kampus hijau. Untuk mewujudkan kampus hijau itu kita harus memulai dari masing-masing fakultas dengan hal kecil yaitu seperti pembersihan halaman fakultas, tertipkan sampah sampah dan melakukan penanaman pohon di lingkungan fakultas sehingga fakultas terlihat bersih indah dan hijau, ungkap Deny saat menerima bibit pohon di kediamannya tadi siang.
BEM fakultas teknik juga akan mendapatkan bantuan bibit tanaman pohon dari dinas kehutanan provinsi Papua Barat tahun depan dan akan dibagikan juga ke beberapa fakultas lagi untuk sama sama kita mewujudkan kampus Unipa menuju kampus hijau.
Untuk fakultas teknik penanaman pohon akan dilakukan dalam bulan ini di halaman fakultas sebelum awal bulan tahun depan karena itu merupakan program kerja yang harus kita lakukan tahun ini.
(*Jimy)
BEM TEKNIK UNIPA
06.29
New Google SEO
Bandung, Indonesia
Untuk mewujudkan kampus hijau, BEM Fakultas Teknik Menyerahkan Bibit Pohon ke beberapa fakultas di lingkup kampus Unipa.
Posted by BEM TEKNIK UNIVERSITAS PAPUA on Sabtu, 21 Desember 2019
![]() |
| Foto: Pembibitan pohon Mangga dan Rambutan Okulasi oleh Dinas Lingkungan Hidup kabupaten Manokwari Jumat, 13 Desember 2019 |
Kepala Dinas Lingkungan Hidup kabupaten Manokwari Dr.Yonadab Sraun, S.Hut, SH, M.Si kepada BEM fakultas teknik mengatakan, kedua jenis ini sangat bagus jika tanam untuk kemudian bisa dimanfaatkan oleh semua pihak karena isinya sangat bagus untuk dikonsumsi ketika saat panen nanti sehingga itu perlu ditanam pada lokasi yang tepat. Lanjut kadis LH untuk tanaman rambutan merupakan tanaman okulasi sehingga proses pertumbuhan tanaman ini sangat cepat.
Lanjut kadis LH saat ini hanya tersisa 50 buah maka saat adik Ketua BEM fakultas teknik ketika datang ke kantor untuk meminta bibit pohon langsung saya kasih takut yang datang minta maka langsung saya supaya adik adik mahasiswa bisa tanam di kampus, ujar Kadis LH yang juga selaku alumni fakultas Kehutanan Unipa.
Sementara ketua BEM fakultas teknik universitas Papua Issac Minipko saat menerima bantuan Pembibitan memberikan apresiasi kepada kadis Lingkungan Hidup kabupaten Manokwari yang sudah memberikan bibit kepada BEM fakultas teknik sebagai bentuk pelayanan pemerintah kepada masyarakat.
Issac juga mengatakan pembibitan tersebut akan koordinasi dengan pihak fakultas dan universitas untuk selanjutnya bisa ditanam. Menurutnya ada 50 pohon sehingga itu bisa di bagi juga ke beberapa tempat di lingkungan universitas untuk ditanam. Misalnya fakultas pertanian dan teknologi hasil pertanian karena kedua fakultas ini berhubungan dengan pertanian. Jika mereka butuh maka kami siap bagi misalnya 5 pohon per fakultas.
Lanjut Issac, tahun depan dinas kehutanan provinsi Papua Barat juga akan memberikan bibit pohon sehingga itu bisa kami tanam juga di lingkungan kampus dengan tujuan untuk membuat kampus kita Unipa Rama lingkungan. Ini merupakan program kerja dari BEM fakultas Teknik yaitu Gerakan Revolusi Mental Mahasiswa Teknik.
BEM fakultas Teknik menyampaikan terima kasih kepada dinas Lingkungan Hidup kabupaten Manokwari yang telah memberikan pembibitan pohon sebanyak 50 buah untuk ditanam di lingkungan fakultas teknik. (Jimy)
BEM TEKNIK UNIPA
22.53
New Google SEO
Bandung, Indonesia
Dinas LH Manokwari Memberikan 50 Buah Tanaman Pembibitan Pohon Ke BEM Fakultas Teknik Unipa
Posted by BEM TEKNIK UNIVERSITAS PAPUA on Kamis, 12 Desember 2019
![]() |
| Foto: Ketua BEM fakultas Teknik Unipa Issac Minipko dan Kepala Dinas Kehutanan Papua Barat bapak Ir. Runaweri.F.H, MM |
Kadis yang juga merupakan alumni universitas Papua ini menyambut baik kehadiran ketua BEM fakultas teknik dalam rangka melakukan kerja sama untuk melestarikan alam dan lingkungan di kabupaten Manokwari lebih khusus di kampus Unipa. Kepada ketua BEM fakultas teknik orang nomor satu di dinas kehutanan ini mengatakan pihaknya hanya menunggu surat masuk dari BEM untuk pemintaan pembibitan agar dinas bisa distribusi berdasarkan jumlah permintaan. Intinya kami dinas siap bantu yang penting ada surat permintaan dari BEM maka itu kami tunggu ade buat surat bawa sebagai bukti administrasi, tutur Runaweri.
Lanjut kadis, ada beberapa jenis pohon yang akan diberikan tergantung jumlah permintaan nya saja dan kami akan lihat berapa banyak yang dibutuhkan dan akan disesuaikan dengan stok yang ada di dinas juga, namun permintaan adik adik mahasiswa akan dinas jawab, jelas kadis.
![]() |
| Foto: Ketua BEM fakultas teknik Issac Minipko dan kepala dinas Lingkungan hidup Manokwari Dr. Jonadab Sraun |
Dalam satu hari ketua BEM fakultas teknik melakukan pertemuan dengan dua kepala dinas tersebut dengan tujuan untuk melakukan kerja sama dalam upaya meningkatkan kreatifitas mahasiswa dalam peningkatan disiplin ilmu ektrakuler.
Tatap Ketua BEM fakultas teknik pada hari Kamis, 12/12/2019 di ruang kerja dua kepala dinas tersebut menjadi perhatian dinas dalam upaya melestarikan lingkungan di kampus Unipa dengan penanaman seribu pohon dan canangkan kampus bebas dari sampah.
Sementara ketua BEM fakultas teknik universitas Papua Issac Minipko saat menemui kedua kepala dinas pada hari yang sama mengatakan ini merupakan program kerja BEM fakultas teknik yaitu "Gerakan Revolusi Mental bagi mahasiswa Teknik" dimana dalam program gerakan revolusi mental ini ada terbagi beberapa program kerja yakni program teknik melayani, program teknik Bersih, program teknik tertip dan program teknik bersama. Sedangkan saat ini yang diusulkan ke dinas kehutanan provinsi dan kabupaten Manokwari ini adalah program kerja teknik bersih dan program kerja teknik Melayani.
Saya secara pribadi memberikan apresiasi kepada kedua kepala dinas yang sudah bersedia menerima aspirasi kami untuk melakukan kerjasama demi pelestarian lingkungan dan bebas dari sampah di dalam lingkungan kampus Unipa. Saya pun menyampaikan terima kasih kepada bapak berdua yang juga sebagai abang alumni kami dari universitas Papua yang sudah turut memberikan kontribusi terhadap almamater nya.ungkap Issac
Saat ini BEM fakultas teknik akan bekerjasama dengan dinas kehutanan provinsi Papua Barat dan dinas Lingkungan Hidup kabupaten Manokwari untuk melakukan program penghijauan dan program pencanangan gerakan kampus bersih menuju Manokwari 0(nol) sampah.
(Jimy)
![]() |
| Aksi orasi oleh solidaritas mahasiswa di Manokwari depan gerbang utama kampus Unipa Memperingati hari Korupsi Sedunia 09 Desember 2019. |
Aksi ini melibatkan mahasiswa dari berbagai fakultas yang peduli terhadap situasi pembangunan yang sedang terjadi di tanah Papua. Terutama masalah kesejahteraan bagi rakyat Papua yang hingga kini masih terkategori sebagai daerah termiskin nomor 2 di Indonesia.
Dalam aksi tersebut mahasiswa menuntut presiden RI Joko Widodo segerah perintahkan KPK ke Papua dan Papua Barat untuk segerah melakukan pemeriksaan terhadap penggunaan keuangan di setiap instansi pemerintahan dan perguruan tinggi negeri.
Akibat dari korupsi masyarakat masih merasa terancam dengan kemiskinan padahal sumberdaya alam yang begitu besar diserap dari tanah Papua keluar namun hasilnya tidak memberikan kontribusi bagi rakyat Papua juga, demikian diungkap Arnold D.Rondongkir salah satu orator lapangan.
Lanjut Arnold, sampai saat ini pemerintah belum mampu mensejahterakan rakyat Papua, baik disisi pendidikan, kesehatan, dan ekonomi kerakyatan. Lebih khusus di perguruan tinggi negeri mahasiswa harus membayar uang SPP dengan nilai yang besar. Jika OTSUS ini diperuntukkan bagi rakyat Papua maka seharusnya SPP bagi mahasiswa OAP harus disubsidikan sehingga mahasiswa tidak perlu mengeluarkan biaya untuk membayar SPP setiap semester. Lebih khusus lagi dana dana kemahasiswaan hingga kini belum ada transpansi oleh pihak universitas Papua kepada mahasiswa lebih khusus para wakil dekan 3 yang membidangi kemahasiswaan di tiap fakultas, oleh sebab itu rektor Unipa harus tegas dalam menajemen keuangan agar hak hak mahasiswa harus tersalur dengar dengan baik sehingga setiap kegiatan kemahasiswaan pun dapat berjalan dengan lancar.ungkap Arnold.
Syors Krimadi salah satu orator dalam orasinya mengatakan, gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan harus menata pembangunan lebih baik lagi agar bisa mengatasi angka kemiskinan di provinsi Papua Barat yang hari ini sudah di cap sebagai provinsi kedua terbesar di Indonesia.
Syiors juga mempertanyakan janji janji gubernur saat kampanye untuk mensejahterakan rakyat provinsi Papua Barat pasalnya rakyat masih maskin. Menurutnya, rakyat Papua membutuhkan kesejahteraan sehingga pelayanan harus benar-benar dengan hati kepada masyarakat. Jika korupsi di hentikan di negeri ini maka tentu rakyat kecil pun kesejahteraanakan merasakan kesejahteraan, papar Syors.
Sementara ketua BEM fakultas Teknik Unipa Issac Minipko menjelaskan, aksi ini merupakan aksi solidaritas mahasiswa dari kampus Unipa dan STIH Manokwari dengan momentum hari Korupsi Sedunia ini kami menyampaikan pendapat kami kepada publik terutama para pengguna keuangan untuk bisa benar benar melakukan pelayanan dengan hati kepada rakyat sehingga rakyat bisa merasakan kesejahteraan.
Aksi ini pun astas koordinasi dari beberapa BEM di fakultas Kampus Unipa dan spontanitas dari teman teman mahasiswa dari kampus STIH Manokwari yang hadir untuk turut menyuarakan kebenaran, ungkap Issac.
Lanjut Issac, pemerintah hanya sibuk urus diri sehingga tidak melihat kesejahteraan bagi rakyat kecil di tanah Papua, banyak kasus kasus-kasus yang belum mampu diselesaikan oleh pemerintah daerah di tanah Papua seperti kemiskinan, gisi buruk, pendidikan yang tidak layak, kesehatan yang tidak layak, kasus kasus HAM yang sampai saat ini belum diselesaikan. Sehingga dinilai pemerintah telah gagal dalam mensejahterakan rakyat Papua apalagi Otonomi Khusus yang dihadirkan ini benar-benar tidak mensejahterakan rakyat Papua, pemerintah telah gagal mengimplementasikan OTSUS kepada rakyat Papua.tutur Issac.
Dalam aksi ini mahasiswa juga membawa spanduk dan poster yang bertulisan " Kami miskin diatas tanah kita sendiri, subsidi pendidikan oleh pemerintah tak tahu jatuh dimana, hentikan korupsi struktural dan mesin pencetak uang berkedok Malaikat diatas tanah Papua, kami ditindas diatas negeri kami sendiri".
Aksi dilakukan tanpa melakukan Pemalangan pada kampus maupun blokade jalan raya, semua berlangsung dengan aman tanpa ada keterlibatan pihak keamanan. Orasi dilakukan mulai dari depan jalan BEM universitas Papua kemudian menuju ke gerbang utama kampus dan melanjutkan orasi kemudian diakhiri di depan BEM. Aksi orasi berlangsung kurang lebih 4 jam kemudian masa membubarkan diri masing-masing pulang. (Jimy)
Aksi dilakukan tanpa melakukan Pemalangan pada kampus maupun blokade jalan raya, semua berlangsung dengan aman tanpa ada keterlibatan pihak keamanan. Orasi dilakukan mulai dari depan jalan BEM universitas Papua kemudian menuju ke gerbang utama kampus dan melanjutkan orasi kemudian diakhiri di depan BEM. Aksi orasi berlangsung kurang lebih 4 jam kemudian masa membubarkan diri masing-masing pulang. (Jimy)
KORUPSI MENJADI MUSUH KITA BERSAMA
Posted by BEM TEKNIK UNIVERSITAS PAPUA on Senin, 09 Desember 2019
BEM Teknik - Dalam menjalankan kegiatan kegiatan positif bagi mahasiswa lingkungan kampus universitas Papua, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) fakultas sabtu, 30 November 2019 mengelar aksi sosialisasi tentang bahaya dari penyakit HIV/AIDS di kalangan mahasiswa.
Aksi kegiatan sosialisasi ini sebagai bagian dari program kerja BEM fakultas teknik Unipa yang mana dikemas dalam gerakan revolusi mental (revmen) bagi mahasiswa fakultas teknik. Program kerja revmen ini terdiri dari 5 program kerja sesuai instruksi presiden (inpres) nomor 12 tahun 2016 tentang Gerakan Nasional Revolusi Mental yakni (1) Gerakan Teknik Melayani, (2) Gerakan Teknik Bersih, (3) Gerakan Teknik Tertib, (4) Gerakan Teknik Mandiri dan (5) Gerakan Teknik Bersatu.
Dari 5 program kerja ini BEM baru melaksanakan yang pertama yaitu Gerakan Teknik Melayani dengan kegiatan sosialisasi bahaya HIV-AIDS kepada seluruh mahasiswa di universitas Papua ini sehingga mahasiswa dapat mengetahui secara langsung bagaimana tentang bahaya dari penyakit tertular HIV-AIDS. Selain itu mahasiswa juga bisa turut berperan untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat dan kalangan punlik tentang informasi bahaya HIV-AIDS yang mereka dengar.
Ketua BEM fakultas Teknik Unipa Issac Minipko mengatakan, kegiatan sosialisasi ini merupakan program kerja dari BEM Teknik pada masa periode 209-2020 yang sudah diprogramkan sehingga dapat dilakukan bertahap. Ia juga menambahkan kegiatan ini di dilakukan atas kerja sama dengan dinas kesehatan provinsi Papua Barat dan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Papua Barat sehingga materi dan pemateri pun disiapkan oleh dinas kesehatan dan KPA provinsi.
Issac juga mengatakan, kegiatan sosialisasi ini tidak didukung oleh oleh dekan dan para wakil dekan di lingkungan fakultas teknik terutama wakil dekan 3 yang membidangi kemahasiswaan. Rencana kegiatan di halaman fakultas teknik namun pada pagi hari kami naik fakultas pintu pintu gedung teknik masih sampe jam 9 pagi akhirnya kami pindah ke depan fakultas ekonomi pas samping gedung BEM universitas dan Unit kegiatan Mahasiswa (UKM) disitu ada tribun maka kami langsung buat kegiatan disitu dan juga tempat sasaran bagi seluruh mahasiswa bisa hadir dan mendengarkan materi sosialisasi juga, ungkap Issac dengan kecewa.
Menurut Issac seharusnya kegiatan positif seperti ini harus di dukung oleh fakultas melaui wakil dekan 3 bidang kemahasiswaan namun sayangnya tidak di dukung oleh dekan para para wakil dekan sehingga saya melakukan koordinasi dengan dinas kesehatan provinsi Papua Barat dan KPA Papua Barat untuk membackup kegiatan ini, imbuhnya.
Seharusnya ada dana untuk kegiatan BEM seperti ini namun pihak dekan dan para wakil dekan fakultas teknik tidak terbuka terkait seluruh dana iuran senat tentang kemahasiswaan padahal dana untuk kegiatan kemahasiswaan itu dipotong dari uang SPP setiap mahasiswa sebesar 20% - 25% per mahasiswa namun selama kurang lebih 4 tahun sejak tahun 2015 hingga saat ini dana dana untuk kegiatan kemahasiswaan sama sekali tidak digunakan di BEM dan HMJ untuk kegiatan kemahasiswaan di fakultas Teknik sehingga kami pertanyaan hal ini kepada dekan dan para wakil dekan di fakultas teknik, jelas Issac.
Terkait dengan penggunaan dana kemahasiswaan yang tidak jelas ini telah saya menyurati ke pihak fakultas namun belum ada tanggapan yang jelas dalam bukti tertulis atau laporan LPJ penggunaan dana BEM dan HMJ di fakultas Teknik 4 belakangan ini. Jika saya tunggu belum ada tanggapan maka selanjutnya akan menyurati ke pihak yang berwenang yaitu Reskrim polres Manokwari dan Ombudsman RI wilayah Papua Barat untuk hadir dan menyelidiki penggunaan keuangan dana kemahasiswaan khusus di fakultas Teknik.
Sementara wakil rektor 1 Unipa Ir.Deky Erari, M.Si memberikan apresiasi atas kegiatan positif yang dilakukan dari BEM fakultas oleh ketua BEM nya sehingga itu musti di dukung oleh dekan dan para wakil dekan di tingkat fakultas. Saya berharap kegiatan seperti ini yang mahasiswa harus lakukan di dalam kampus Unipa sebagai kegiatan yang positif, tutur Deky. Wakil rektor 1 juga mengharapkan setiap kegiatan mahasiswa yang dilakukan di tingkat fakultas demi pengembangan diri harus didukung oleh setiap dekan dan para wakil dekan terutama wakil dekan 3 yang membidangi urusan kemahasiswaan, jelas Deky.
Sementara wakil rektor 3 Hendrik Arwan, S.S, M.Hum saat dikonfirmasi via telpon untuk mendapatkan izin kegiatan sosialisasi di areal bebas samping UKM mengatakan, apresiasi terhadap kegiatan yang dilakukan sehingga harus dibuat dibuat muka publik agar semua pihak dapat ketahui terutama sasaran kepada mahasiswa, ungkap Hendrik. Saya senang adik adik mahasiswa buat yang positif seperti itu maka saya izinkan untuk buat kegiatan disitu, pungkasnya.
Sementara kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan dari jam 10.00 hingga jam 3.00 bertempat di tribun UKM Home Band Unipa berhadapan dengan gedung fakultas ekonomi Unipa. Pemateri adalah dari pihak KPA Papua Barat sendiri. Sekitar ratusan mahasiswa yang turut hadir dalam aksi sosialisasi ini serta kegiatan sosialisasi ini di hibur dengan musisi dari berbagai grup band di kampus Unipa.
Diharapkan Informasi tentang bahaya HIV-AIDS ini dapat bermanfaat bagi mahasiswa untuk lebih berhati-hati dalam melakukan hubungan dengan pasangan yang tidak tetap. Dan mahasiswa yang mendapatkan informasi ini bisa turut menjadi informan bagi orang lain. (*7k
BEM FAKULTAS TEKNIK UNIPA MENGELAR SOSIALISASI BAHAYA HIV-AIDS DI KAMPUS UNIPA MANOKWARI
Posted by BEM TEKNIK UNIVERSITAS PAPUA on Minggu, 01 Desember 2019
Postingan Populer
-
Foto: Penyerahan bibit pohon ke fakultas peternakan oleh ketua BEM fakultas teknik universitas Papua yang diterima oleh dekan fakultas pet...
-
DAFTAR BEASISWA 2019 dan BEASISWA 2020 Berikut ini merupakan Daftar Beasiswa 2019 – 2020 beserta informasi singkat mengenai penye...
-
Foto: OSM Unipa lakukan orasi di depan rektorat Unipa pada hari Senin, 16-12-2019 BEM TEK NIK UNIPA - Sejumlah mahasiswa universitas P...
-
Foto: Aksi Mahasiswa Tuntuk Dana OSM di depan halaman rektorat universitas Papua. BEM TEK NIK UNIPA - Setelah kurang lebih 3 tahun da...
-
Foto: Pembibitan pohon Mangga dan Rambutan Okulasi oleh Dinas Lingkungan Hidup kabupaten Manokwari Jumat, 13 Desember 2019 BEM Te knik U...








