![]() |
| Foto: OSM Unipa lakukan orasi di depan rektorat Unipa pada hari Senin, 16-12-2019 |
BEM TEKNIK UNIPA - Sejumlah mahasiswa universitas Papua yang tergolong kedalam Organisasi Struktural Mahasiswa (OSM) di lingkungan kampus Unipa tadi pagi menggelar aksi unjuk rasa di depan halaman rektorat Unipa.
Dengan tujuan untuk meminta kepada rektor Unipa untuk segera memberikan keterangan terkait dana dana kemahasiswaan yang hampir dua tahun tidak tersalur dengan baik. Mereka menuntut agar rektor segera memanggil kepala biro keuangan untuk memberikan penjelasan terkait dana kemahasiswaan yang tidak diberikan ke tingkat OSM fakultas.
Dan juga bendahara universitas segera memberikan penjelasan terkait alasan kenapa diputihkan semua keuangan kemahasiswaan mulai dari tahun 2017-2019. Mereka pun mempertanyakan kenapa SPP mahasiswa yang dibayarkan setiap setiap itu musti melalui rekening rektor dan ini menjadi pertanyaan besar bagi mahasiswa terutama mereka yang terlibat dalam OSM kampus maupun di tingkat fakultas.
Demas Wamaer salah pengurus dewan perwakilan mahasiswa fakultas (DPMF) dalam orasinya mengatakan rektor harus memberikan dana pembinaanuntuk mahasiswa untuk kelancaran kegiatan OSM mahasiswa sehingga bisa belajar organisasi dengan melibatkan kegiatan kegiatan yang positif dalam kampus, sehingga rektor harus perjelas alasan apa hingga dana kemahasiswaan ini tidak pernah turun sampe ke fakultas.tandas Demas
Sementara Abraham Sakof yang juga salah satu anggota DPMF menambah aturan OSM sendiri mengacu pada keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia nomor 155 tentang pedoman organisasi maka itu sudah jelas jelas OSM harus bisa berjalan tanpa ada intervensi dari pihak manapun termasuk wakil rektor 3 dan para wakil dekan 3, mereka hanya sebagai fungsi pengawasan bukan pembina, jelas Sakof.
Lebih lanjut lagi ketua Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) universitas Papua Nelson Ayomi kepada media ini mengatakan, aksi ini melibatkan semua ketua ketua BEM dan DPMF dari masing-masing fakultas namun yang hadir hanya beberapa yang hadir dan yang lain tidak hadir karena berhubung masa ulangan akhir semester sehingga beberapa pengurus OSM tingkat fakultas yang tidak hadir. Lanjut Nelson jika rektor menjawab maka hari Rabu tanggal 18 Desember mereka akan kembali dengan jumlah masa yang banyak untuk duduki kantor rektorat. Kami minta hari ini atau hari Selasa besok bapa rektor sudah harus ketemu kami sebelum hari rabu. Kami tuntut hak kami mahasiswa harus dikembalikan ke mahasiswa sebelum tutup tahun.ungkap Nelson.
Sementara Isaac Minipko selaku ketua BEM fakultas Teknik usai demonstrasi saat ditanya mengatakan, harapan kami bapa rektor bisa menghadirkan kami mahasiswa yang terlibat dalam OSM kampus ini harus duduk bersama dan memberikan penjelasan terkait semua iuran senat mahasiswa yang selama tiga (3) tahun yang tidak turun lalu diputihkan. Kami minta bapa rektor hadir kami sebelum hari Rabu dengan menghadirkan kepala biro keuangan universitas Papua untuk bisa menjelaskan semua penggunaan dana tersebut.jelas Issac.
Issac juga menambahkan, jika pihak universitas mengindahkan hal ini maka solusi yang akan kami ambil adalah menyurati ke pihak berwajib untuk melakukan investigasi di dalam kampus. Yang jelas jelas dana iuran senat mahasiswa itu berasal dari uang SPP mahasiswa maka sudah seharusnya diberikan kepada mahasiswa itu sendiri.(*Jimy)
BEM TEKNIK UNIPA
07.12
New Google SEO
Bandung, Indonesia
OSM Unipa Minta Kejelasan Tentang Dana Iuran Senat Mahasiswa
Posted by BEM TEKNIK UNIVERSITAS PAPUA on Senin, 16 Desember 2019

BEM TEKNIK UNIPA- Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) fakultas Teknik Universitas Papua telah mempertanyakan keterbukaan informasi publik mengenai hak hak mahasiswa yang selama ini dinilai tidak ada transparansi terhadap mahasiswa di dalam senat fakultas teknik.
Ketua BEM fakultas teknik Issac Minipko telah mempertanyatan kenapa senat fakultas tidak perna memberikan ruang keterbukaan informasi publik kepada mahasiswa, seperti penggunaan dana operasional BEM dan HMJ (Himpunan Mahasiswa Jurusan) di tingkat fakultas. Menurutnya, selama kurang lebih empat tahun belakangan sejak tahun 2014 hingga 2018 yang terkesan tidak ada kejelasan tentang penggunaan dana yang diberikan untuk organisasi mahasiswa di lingkup fakultas teknik, padahal dana pembinaan untuk mahasiswa sudah ada memang melalui Iuran senat. Iuran senat itu dipotong sekitar 20% dari SPP mahasiswa untuk diberikan ke mahasiswa untuk pengembangan organisasi kemahasiswaan di tingkat fakultas dan jurusan, beber Issac.
Yang jelas setiap tahun itu ada dana pembinaan bagi mahasiswa tapi sampai sekarang belum ada kejelasan dari pihak senat fakultas terkait penggunaan dana BEM dan HMJ empat tahun belakangan ini. Untuk itu BEM dan DPMF teknik akan membuat surat permintaan laporan penggunaan dana pembinaan organisasi mahasiswa untuk BEM dan HMJ di fakultas teknik. Jika pihak senat fakultas yaitu dekan dan wakil dekan 3 tidak memberikan jawaban yang jelas maka BEM dan DPMF akan proses melalui jalur hukum yang berlaku di negara ini.
Albert Rumbarar selaku ketua DPMF teknik mempertanyakan penerapan keterbukaan informasi publik mengenai hak hak mahasiswa untuk diketahui bersama. Sehingga tidak lagi bahwa pihak senat fakultas ada praktek kebodohan terhadap mahasiswa. Dan juga merupakan tugas pelaksanaan dan fungsi wakil dekan (WD) 3 dalam pelaksanaan tugasnya di bidang pembinaan, pendampingan dan pelayanan kesejahteraan mahasiswa. Albert juga menyesalkan dengan penggunaan dana pembinaan mahasiswa yang selama 4 tahun ini tidak ada transparansi sama sekali oleh para wakil dekan di lingkup fakultas teknik, padahal itu haknya mahasiswa, ungkap Albert.
Lanjut Albert, kami akan proses ke pihak yang berwajib jika pihak senat fakultas tidak menanggapi dengan serius untuk mempertanggung jawabkan laporan penggunaan dana kepada pengurus BEM dan DPM teknik. Saya sudah sampaikan ke saudara ketua BEM teknik untuk segarah membuat surat permintaan laporan pertanggung jawaban BEM dan HMJ ke pengurus yang lama untuk memberikan salinan copy LPJ BEM dan HMJ untuk dicross cek kembali, jelas Albert.
Pihak senat fakultas teknik saat ini dinilai tidak tranparan dalam membuka informasi publik ke smua pihak teruma kepada mahasiswa, baik keterbukaan informasi publik terkait dana pembinaan organisasi mahasiswa serta hak hak akademik lainnya.(*7)
Keterbukaan Informasi Publik Perlu Dibuka Seluas luasnya di didalam Birokrasi Akademika Fakultas
Posted by BEM TEKNIK UNIVERSITAS PAPUA on Kamis, 21 November 2019
Postingan Populer
-
Foto: Penyerahan bibit pohon ke fakultas peternakan oleh ketua BEM fakultas teknik universitas Papua yang diterima oleh dekan fakultas pet...
-
DAFTAR BEASISWA 2019 dan BEASISWA 2020 Berikut ini merupakan Daftar Beasiswa 2019 – 2020 beserta informasi singkat mengenai penye...
-
Foto: OSM Unipa lakukan orasi di depan rektorat Unipa pada hari Senin, 16-12-2019 BEM TEK NIK UNIPA - Sejumlah mahasiswa universitas P...
-
Foto: Aksi Mahasiswa Tuntuk Dana OSM di depan halaman rektorat universitas Papua. BEM TEK NIK UNIPA - Setelah kurang lebih 3 tahun da...
-
Foto: Pembibitan pohon Mangga dan Rambutan Okulasi oleh Dinas Lingkungan Hidup kabupaten Manokwari Jumat, 13 Desember 2019 BEM Te knik U...


